Langsung ke konten utama

Bagaimana Memahami dan Mencintai Karya Ilmiah?

 



Sumber gambar www.kompasiana.com

Karya ilmiah merupakan salah satu jenis karya yang jarang peminatnya, hal ini terjadi karena sebagian orang berangapan bahwa karya ilmiah adalah suatu karya yang rumit, membosankan dan menyusahkan. Dari hal inilah yang membuat karya ilmiah menjadi suatu karya yang ditakuti oleh sebagian orang. Lalu bagaimana untuk mengatasi persoalan tersebut? Setidaknya ada lima langkah yang dapat kita lakukan yaitu dengan mencintai, memahami, mempelajari, menanyakan dan merefleksi.

Kemudian untuk dapat melakukan lima langkah tersebut, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu karya ilmiah dan apa saja yang terkandung di dalamnya. Karya ilmiah merupakan karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologis penulisan yang baik dan benar. Dalam suatu karya ilmiah, data yang digunakan haruslah data valid yang bisa dipertanggungawabkan. Data ini dapat berupa data primer yang diambil dari suatu penelitian, dengan cara observasi, wawancara dan kuesioner, serta dapat pula data sekunder yang didapatkan dari hasil penelitian terdahulu.

Karya ilmiah bukan hanya bermanfaat bagi pembacanya, tetapi juga bermanfaat bagi penulisnya. Lalu apa saja manfaat karya ilmiah bagi penulisnya? Dalam perumusan manfaat ini, setidaknya ada 6 manfaat yang dapat diberikan karya ilmiah bagi penulisnya. Manfaat tersebut antara lain, penulis terlatih mengembangkan keterangan membaca yang efektif, penulis terlatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai buku sumber, mengambil intisarinya, dan mengembangkan ke tingkat pemikiran yang lebih matang. Selain itu, penulis akan berkenalan dengan kegiatan kepustakaan seperti mencari bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku. Penulis akan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis. Kemudian, penulis juga akan memperoleh kepuasan intelektual serta dapat memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

Setelah mengetahui begitu besarnya manfaat karya ilmiah bagi penulisnya, kita juga harus megetahui apa saja sikap yang harus dimiliki oleh penulis karya ilmiah. Beberapa sikap yang harus dimiliki oleh penulis karya ilmiah yaitu, pertama, sikap rasa ingin tahu, sikap ini dapat diartikan sebagai rasa yang ada dalam diri seseorang yang mendorong seseorang tersebut untuk mengetahui hal-hal baru ataupun memperjelas suatu hal yang dapat memperluas pengetahuannya. Kedua, sikap kritis, seorang penulis hendaknya bersikap kritis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi disekitarnya, sehingga dia mampu memberikan solusi atas masalah yang terjadi. Ketiga, sikap terbuka, sikap ini sama halnya dengan menerima segala masukan, baik berupa saran maupun kritikan dari orang lain. Keempat, sikap objektif, seorang penulis hendaknya menulis atau menyajikan data sesuai dengan fakta yang ada, penulis harus mampu mengesampingkan segala bentuk opininya, sehingga karya yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. Kelima, sikpa terakhir yang harus dimiliki penulis yaitu sikap menghargai karya orang, dalam menulis suatu karya ilmiah, seorang penulis tidak boleh meremehkan hasil penelitian penulis lain hanya karena hasilnya berbeda, justru seharusnya menghargai perbedaan tersebut, karena bisa saja meskipun objek penelitian yang digunakan sama, bisa saja metode yang digunakan berbeda sehingga intepretasi yang dihasilkanpun berbeda.

Setelah mengetahui beberapa sikap yang harus dimiliki seorang penulis, selanjutnya adalah merefleksikan dari kelima sikap tersebut dalam sebuah karya tulis. Untuk mereflekskannya, maka kita perlu mengetahui tahapan-tahapan dalam menyusun karya ilmiah. Tahapan-tahapan karya ilmiah terbagi  menjadi lima tahapan. Tahapan pertama, berupa persiapan yang berisi pemilihan topic, dimana di dalamnya memuat penentuan judul dan pembuatan kerangka karangan. Tahapan kedua, pengumpulan data, pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan wawancara, observasi, kuisioner ataupun menggunakan sumber literature. Tahapan ketiga, pengonsepan. Tahapan keempat, penyuntingan. Tahapan kelima yaitu penyajian dalam bentuk suatu karya ilmiah.

Dalam menyajikan karya ilmiah, kita juga harus mengenal apa saja jenis karya ilmiah yang ada. Mengenai jenis karya ilmiah ini, setidaknya ada lima jenis karya yang dapat kita pilih, yaitu makalah, skripsi, tesis, disertasi dan jurnal. Dalam kelima jenis karya tersebut pastinya memiliki sitematika yang berbeda-beda yang hendaknya harus kita kuasai juga sebelum menuliskannya. Kemudian, selanjutnya ada tiga bagian dalam karya ilmiah yang harus kita perhatikan, yaitu bahan yang digunakan, struktur karya ilmiah dan bahasa atau bahasa yang dimaksud adalah bahasa baku.

Setelah kita mengetahui mengenai pengertian, manfaat, sikap yang harus dimiliki, tahapan penyusunan, jenis dan bagian yang terkandung, langkah terakhir adalah merefleksikan seluruh hal tersebut ke dalam bentuk karya ilmiah. Sebagai tambahan, kita juga harus menanamkan rasa kesungguhan, kerelaan dan kecintaan kita dalam membuat suatu karya ilmiah, sehingga karya yang dihasilkan selain dapat memberi kepuasan pada diri sendiri dapat memberikan manfaat bagi orang yang membacanya.

Nah, Sodic itu dia sedikit informasi dari kita, semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua… Salam Riset Salam!!! Literasi!!!

 

Redaktur : Tim Kajian

Sumber : Bapak Risa Faradisa, M.Pd dalam Kajian Rutin Dycres I dengan tema “Kupas Tuntas Dasar-dasar Karya Tulis Ilmiah

 

Follow us

Ig @dycres_iainpekalongan

Twitter @dycres­_iainpekalongan

Fb : dycres_iainpekalongan

YT :   DYCRES IAIN PEKALONGAN

#kantindycres#dycres

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Workshop Penelitian "

Workshop Penelitian Hasil Kajian DYCRES yang di isi oleh:  Sri Septi Laeliyah & Minkhatul Khusna ¤ Definisi Penelitian Suatu usaha atau cara yang sistematis untuk menyelidiki masalah tertentu dengan tujuan mencari jawaban dari masalah yang diteliti dilakukan secara ilmiah . Metode Ilmiah yaitu Suatu tata cara sistematis yang digunakan untuk melakukan penelitian   ¤ apa saja dalam Pertimbangan melakukan penelitian ? diantaranya: a) Peneliti tertarik untuk meneliti masalah / topik penelitian .   b) Pembimbing atau partner memiliki keahlian di bidang / topik yang diteliti .   c) Data dan informasi tersedia atau dapat diupayakan .   d) Dapat diselesaikan dalam waktu yang ditentukan . PERBEDAAN KARYA TULIS   ITEM JURNAL/DISERTAI Isi    Riset / kajian ilmiah Proses review Pakar di bidangnya ...

"METODE PENELITIAN KUANTITATIF"

METODE PENELITIAN KUANTITATIF Hasil Kajian DYCRES yang di isi Novendi Arkham Mubtadi Penelitian kuantitatif adalah definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka. Sebagai contoh: 240 orang, 79% dari populasi sampel, mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini. Menurut ketentuan ukuran sampel statistik yang berlaku, maka 79% dari penemuan dapat di proyeksikan ke seluruh populasi dari sampel yang telah dipilih. pengambilan data ini adalah disebut sebagai survei kuantitatif atau penelitian kuantitatif. Ukuran sampel untuk survei oleh statistik dihitung dengan menggunakan rumusan untuk menentukan seberapa besar ukuran sampel yang diperlukan dari suatu populasi untuk mencapai hasil dengan ting...

Panduan Akses Turnitin dan Grammar Checker IAIN Pekolongan

  Download File Disini