Langsung ke konten utama

"INOVASI KAWASAN PIK DAN DAMPAK EKONOMI DALAM KEGIATAN INDUSTRI LOGAM DI DESA PESAREAN KABUPATEN TEGAL"


INOVASI KAWASAN PIK DAN DAMPAK EKONOMI DALAM KEGIATAN INDUSTRI LOGAM DI DESA PESAREAN KABUPATEN TEGAL
Sylviana Salsabila
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Pekalongan

            Permasalahan lingkungan hidup yang terus muncul di industri-industri dapat merugikan masyarakat terutama salah satu industri logam di Desa Pesarean, Kabupaten Tegal yang mana terdapat dua jenis rumah tangga di Desa Pesarean yaitu peleburan logam dan pengecoran logam dengan bahan baku timah, kuningan, tembaga, dan aluminium untuk industri peleburan logam dan bahan baku bekas casing hp, bekas pintu, ataupun barang rongsokan lainnya. Dua proses rumah tangga ini merupakan proses kering dan tidak menggunakan air, sehingga limbah yang dihasilkan adalah limbah padat dan gas atau asap yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan maupun pencemaran udara. Selain itu, proses produksi dari pengolahan logam juga memiliki dampak terhadap kebisingan yang disebabkan oleh bertemunya logam dengan logam, dan suara mesin generator atau genset. Untuk meminimalisir pencemaran yang terus berkelanjutan dan merugikan masyarakat maka perlu dilakukan relokasi industri ke tempat yang jauh dari pemukiman melaui kawasan PIK (Perkampungan Industri Kecil).
            Relokasi industri merupakan perpindahan lokasi industri dari suatu negara maju ke negara berkembang atau dari negara ke negara lain untuk mendekati bahan baku dan menghasilkan jenis barang yang mampu bersaing di pasar internasional. Berdasarkan Perda Kabupaten Tegal Nomor 10 Tahun 2012 Pasal 1 ayat (54) yang dimaksud kawasan industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industri yang telah memiliki izin usaha kawasan industri. Pada saat ini juga kita telah memasuki era revolusi industri 4.0 dimana Indonesia sedang dihadapkan atau mempersiapkan kepada pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Relokasi industri berbahan baku B3 (bahan berbahaya dan beracun) sudah seharusnya menjadi perhatian untuk kita karena baik secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan manusia serta makhluk hidup. Lingkungan yang tidak baik pasti akan menimbulkan beberapa sumber penyakit diantaranya adalah terganggunya saluran pernafasan oleh pencemaran limbah akibat dari industri peleburan logam melalui gas atau asap pekat maupun zat-zat kimia. Lebih parahnya, sisa dari hasil limbah tersebut dibuang sembarang oleh pelaku industri di sekitar pemukiman warga selain itu makam Sunan Amangkurat juga ikut tercemar oleh peleburan logam. Berdasarkan hasil uji sampel daerah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jateng tahun 2011 terhadap 50 warga Desa Pesarean, tercatat sebanyak 46 orang telah tercemar timbal. Berdasarkan jumlah tersebut, 12 orang dalam kondisi bahaya. Data yang diperoleh BPPT menyebutkan pula, lima anak di kawasan itu juga lahir dalam kondisi cacat (lumpuh dan keterbelakangan mental). Hal ini perlu adanya penanggulangan dari industri logam supaya tidak berdampak berkelanjutan untuk kedepannya.





Alternatif yang bisa dilakukan untuk mengupayakan dalam penanggulangan industri logam sejauh ini adalah dengan membuat kawasan perkampungan industri kecil yaitu memindahkan atau merelokasi para pengusaha industri logam, khususnya industri peleburan logam dari Desa Pesarean ke kawasan perkampungan industri kecil (PIK) di Desa Kebasen yang berada di tengah-tengah sawah dan jauh dari pemukiman jaraknya kurang lebih 1,3 kilometer dari pemukiman Desa Pesarean juga menghindari suara kebisingan bagi warga yang berada di sekitar letak industri logam. Inovasi kawasan PIK cukup memberikan kontribusi yang baik dengan adanya permasalahan limbah industri disamping juga sudah mempunyai izin Lingkungan, IPAL, dan AMDAL sehingga tidak perlu khawatir karena segala pengelolaannya mempunyai izin dari pemerintah. Namun, kawasan industri ini masih perlu dikelola dengan baik melihat kebijakan relokasi kawasan PIK ini baru dicanangkan pada tahun 2010 yang banyak menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat.
Kegiatan industri tidak terlepas dari pengaruh ekonomi terhadap masyarakat sekitar. Industri pengolahan logam di Kabupaten Tegal banyak menyerap tenaga kerja serta selama dua tahun terakhir menyumbang terbanyak terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tegal.
Uraian
2017
2018
2019
Industri Pengolahan
10.504.767,68
11.241.130,31
12.189.624,62
Sumber: Data BPS Kabupaten Tegal 2019, diolah.
Data PDRB ini menunjukkan pentingnya sektor industri pengolahan terhadap PDRB Kabupaten Tegal. Industri pengolahan paling banyak setiap tahunnya sehingga dapat mendorong jumlah tenaga kerja. Melalui industri kecil dapat meningkatkan pembangunan ekonomi yang mampu menyediakan lapangan pekerjaan di pedesaan. Dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) paling tidak persoalan pengangguran dapat teratasi. Terlebih di Desa Pesarean perusahaan industri pengolahan logam adalah sumber mata pencaharian utama bagi kehidupan mereka. Pekerja yang dibutuhkan juga tidak membutuhkan kriteria tertentu yang mana tidak memfokuskan kepada pengalaman dan kemampuan yang khusus. Oleh karena itu, mereka sangat menggantungkan industri ini untuk melanjutkan kehidupannya.
Harapannya masyarakat harus andil dalam industri ini bila perlu menjadi perhatian khusus, karena bukan hanya melancarkan kebijakan pemerintah saja tetapi masyarakat akan merasakan keuntungan yaitu akan terjalin pada kerjasama dengan stakeholder untuk pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan sehingga upaya ini dapat mengatasi permasalahan sumber daya. Selain itu, terus mengembangkan industri pedesaan umtuk pembangunan perekonomian dengan mencari inovasi dan terobosan baru mulai dari bahan baku hingga proses pemasaran, sehingga dapat bersaing dan unggul dalam pasar global. Tidak lupa pemerintah juga ikut serta dalam membantu pengusaha dalam bidang permodalan, pemasaran dan pengelolaan untuk optimalisasi sumber daya yang ada.

D. DAFTAR PUSTAKA
Suharto, APU. 2011. Limbah Kimia dalam Pencemaran Udara dan Air. Yogyakarta: CV. Andi.
Sastrawijaya, Tresna. 2009. Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal. 2012. Kebijakan Industri Kabupaten Tegal.
Sihono, Teguh. 2005. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Upaya Mengatasi Pengangguran. Yogyakarta: Jurnal Enomia.
Laivy, Alif (2014). Analisis Kualitas Air Tanah Akibat Limbah Industri Logam Terhadap Kesehatan Masyarakat Di Desa Pesarean dan Desa Lemahduwur Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Ariyanti, Novi (2014). Peranan Usaha Kecil Pada Industri Pengolahan Logam dan Mesin Dalam Memecahkan Masalah Pengangguran di PT. Putra Bungsu Tegal. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Pencemaran Limbah Logam di Kabupaten Tegal. (2011). Dalam http://regional.kompas.com/rea/2011/11/22/22243558/Parah.Pencemaran.Limbah.Logam.di.Kabupaten.Tegal. Diakses pada tanggal 18 September 2016.
Data BPS Kabupaten Tegal.
Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Akses Turnitin dan Grammar Checker IAIN Pekolongan

  Download File Disini

"Workshop Penelitian "

Workshop Penelitian Hasil Kajian DYCRES yang di isi oleh:  Sri Septi Laeliyah & Minkhatul Khusna ¤ Definisi Penelitian Suatu usaha atau cara yang sistematis untuk menyelidiki masalah tertentu dengan tujuan mencari jawaban dari masalah yang diteliti dilakukan secara ilmiah . Metode Ilmiah yaitu Suatu tata cara sistematis yang digunakan untuk melakukan penelitian   ¤ apa saja dalam Pertimbangan melakukan penelitian ? diantaranya: a) Peneliti tertarik untuk meneliti masalah / topik penelitian .   b) Pembimbing atau partner memiliki keahlian di bidang / topik yang diteliti .   c) Data dan informasi tersedia atau dapat diupayakan .   d) Dapat diselesaikan dalam waktu yang ditentukan . PERBEDAAN KARYA TULIS   ITEM JURNAL/DISERTAI Isi    Riset / kajian ilmiah Proses review Pakar di bidangnya ...